Update | Download Novel Inside The Kingdom By Carmen Bin Laden PDF

download novel Inside The Kingdom karya carmen bin laden pdf
novel Inside The Kingdom pdf carmen bin laden

Selamat datang di CarinNovel. Setelah sebelumnya kita membahas download novel pdf “for a better tomorrow”, pada pertemuan kali ini aku mau berbagi novel “Inside The Kingdom” karya Carmen Bin Ladin pdf. Novel ini telah di baca lebih dari (-) juta kali di wattpad, dan didukung oleh (-) ribu pembaca. Novel ini memiliki isi 286 halaman novel. Dibawah adalah detail dari novel wattpad Inside The Kingdom pdf.

Kumpulan download novel pdf Terbaru 2021 ada di beranda (akan di update selalu), dan kalian juga bisa mendownload novel karya Carmen Bin Ladin lainnya disini.

Detail Novel Inside The Kingdom

Deskripsi:
Judul : Inside The Kingdom
Karya : Carmen Bin Ladin
Genre : Romance
Rilis Tahun : 2006

Halaman : 286
Rating (Dari 10) : 7,7

Sinopsis :

Ryena hanya seorang gadis desa yang namanya tiba-tiba dikenal seantero negeri karena kekuatannya untuk menyembuhkan penyakit apapun.

Suatu hari, Ryena dan keluarganya diundang di Kerajaan Cahaya untuk menyembuhkan penyakit pangeran. Namun dalam perjalanan kembali, mereka dibuntuti oleh sebuah kelompok tidak dikenal yang menginginkan hadiah dari Kerajaan Cahaya dan juga Ryena.

Siapa yang tahu jika insiden itu akan membawa pengaruh besar untuk seluruh pelosok negeri?


Link : Disini (1,5 Mb)


Jika link rusak segera beritahu kami! kami akan menggantinya secepatnya. Dan mulai sekarang kalian tidak perlu lagi login maupun menambahkan e-mail agar bisa mengomentari atau melaporkan. Kami Sangat Menjaga Privasi Pengguna.

Cuplikan dan Review Novel Inside The Kingdom

Chapter 1

[…]

“Panggil aku nyonya,” ucap Nyonya Zuan buru-buru.
“Baiklah, Nek—eh maksud saya Nyonya.”5
Nyonya Zuan sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, langsunglah dia menutup pintunya dengan keras.
Ayah Ryena menatap datar ke arah putrinya, “Ryena, kau tidak boleh begitu.”
“Habisnya, dia berlagak tinggi seolah-olah raja benar-benar akan menobatkan suaminya menjadi Tabib Istana,” jawab Ryena sambil memutar bola matanya.
Ayah Ryena kini menatap ke arah istrinya yang masih berbaring dan menggigil. Tampaknya selimutnya tidak cukup untuk membuatnya tetap merasa hangat.
“Sekarang, Nyonya Zuan tidak mau membantu kita lagi,” ucap ayahnya agak kecewa.
Ryena sebenarnya merasa bersalah, namun dia tidak ingin mengakuinya. Dia benar-benar tidak tahan dengan sikap istri dari Tabib Zuan yang sangat angkuh itu dan suka pamer itu. Apalagi kalau sampai menantang ayahnya seperti itu.1
“Terpaksa kita bawa dulu ke Tabib Fue. Semoga saja mereka tidak meminta kita membayarnya dengan harga mahal.”
Tabib Fue tidak sebaik hati Tabib Zuan. Dia senang menarifkan harga yang mahal untuk orang-orang yang ingin berobat kepadanya. Ryena ingat sekali, dulu saat ingin mengobati ibunya dan mereka membawanya ke Tabib Fue, tabib tak tahu malu itu mengatakan bahwa dia bersedia mengobati ibu Ryena hingga sembuh, asalkan Ryena bersedia menikah dengannya.26
Ryena hampir saja memakinya, kalau saja Tabib Zuan tidak ada di sana dan menawarkan tawaran yang jauh lebih baik lagi daripada si Tabib Mesum itu. Tabib Fue sangat ingin meminang Ryena dan dia pasti pura-pura melupakan fakta bahwa Ryena hanya seorang gadis tiga belas tahun saat itu. Selisih dua puluh lima tahun! Hampir dua kali dari umur Ryena.19
Menjijikkan!

Ryena menghela napas panjang lagi saat memikirkan bahwa Tabib Fue akan menawarkan hal yang sama lagi saat mereka datang nanti, “Apakah Dewi Penyembuh sedang tidur sekarang? Mengapa Ibu tidak cepat sembuh?”

[…]

Chapter 2

[…]

“Memangnya kau siapa, sampai merasa harus mendapat persembahan?” tanya Riuka.
Kening gadis itu mengerut cemberut. “Ah, aku benci terlahir di hari ulang tahun yang sama dengan pangeran.”32
Riuka menepuk keningnya, seolah baru teringat dengan sesuatu yang penting, “Astaga, aku juga baru ingat. Maaf.”1
“Kau membuatku makin membencinya.”1
“Membenci orang lain sama mudahnya dengan mencintai orang lain, hanya saja kau lebih mudah mengakui benci daripada cinta,” ujar Riuka dengan bijak, “itu kata ibuku.”11
Ryena menghela napas panjang, “Aku tidak percaya dengan hal konyol seperti itu.”8

Dari kejauhan, Ryena bisa melihat ayahnya melambaikan tangannya, memanggilnya pulang.

Sambil mengangkat tumpukan jerami yang telah diikat di atas bahunya, Ryena berpamitan pulang, “Riuka, pulang dulu. Jangan kemalaman.”1
Riuka mengangguk sekali, “Hati-hati.”
Saat sudah mendekat pada gerobak kayu ayahnya dan meletakan jerami yang didapatkannya untuk hari ini, sang Ayah mengatakan, “Itu siapa?”
“Riuka. Masak ayah tidak bisa mengenalinya,” jawab Ryena sembari membantu ayahnya, mendorong gerobak itu dari belakang, sedangkan ayahnya menariknya dari depan.1
“Riuka?” Ayahnya menoleh, menatapnya terheran-heran.

“Jangan bilang ayah lupa dengan Riuka? Dia kan sering bermain bersamaku dulu,” jawab Ryena sambil membayangkan Riuka dengan rambut yang diikat ke atas, namun pada akhirnya mereka harus memotongnya karena rambut panjang hanya dikhususkan untuk keluarga bangsawan dan kerajaan. Bukan untuk mereka, yang bahkan adalah perempuan, jika dari keluarga di bawahnya.2
“Riuka tidak membagi tubuhnya menjadi dua, kan?” tanya ayahnya yang kali ini membuat Ryena bertanda tanya, bingung. “Daritadi kan kalian bertiga.”

[…]

Chapter 3

[…]

“Lantas?”
“Mengapa Tabib Zuan belum kembali dari Kerajaan Cahaya? Apakah benar Raja Zeolard akan menobatkannya menjadi Tabib Istana?” tanya Ryena sedih.
“Ryena, kau tidak boleh merasa sedih atas kebahagiaan orang lain,” tegur ayahnya sembari menepuk bahunya, “tabib di desa ini kan bukan hanya Tabib Zuan.”

“Siapa yang mau berobat dengan tabib mesum itu? Kalau dia tahu saingan beratnya menjadi tabib istana, bisa-bisa bayaran kita bukan hanya satu keping emas, tapi lima!”
Sang Ayah menghela napas. Apa yang dikatakan oleh putrinya sepertinya memang benar. Jika Tabib Zuan tidak lagi di desa ini, sudah dipastikan bahwa pengobatan akan semakin menyulitkan. Apalagi mengingat tidak ada lagi alternatif yang lebih baik daripada itu.
“Ayo, bantu Ayah mencari kayu,” bujuk ayahnya pada akhirnya.
*

Ryena Shin mungkin adalah gadis paling tidak beruntung hari ini, karena saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya bersama keranjang yang berisikan kayu-kayu kering, dia terpeleset dan nyaris jatuh ke jurang.1
Beruntungnya, dia berhasil ditangkap oleh alam. Ada sebuah pohon yang menjorok ke arah jurang dan berhasil menahannya untuk terjatuh lebih jauh.5
Sekarang, hanya tinggal dia dan keranjang kosongnya (semua kayu-kayu yang dicarinya selama dua jam telah jatuh ke jurang, di antara hutan rimba di bawah sana.1
“Ah, sepertinya Dewa Maut sedang memperhatikanku,” gumam Ryena seorang diri. “Hei, ayolah, apakah tidak ada yang melihat bahwa aku hanyalah seorang anak kecil yang berusaha membantu kehidupan kami yang malang,” ujar Ryena yang sebenarnya terdengar seperti tengah mengeluh.4

Tidak ada yang membalasnya, tentu saja. Dalam keadaannya yang genting itu, kali ini Ryena berpikir untuk naik dan kembali ke atas sana. Dia harus melakukannya, entah bagaimana caranya.
“Apa aku perlu berteriak tolong?” gumam Ryena sambil memincingkan matanya.

[…]

3 comments

  1. Kak linknya ngga bisa dibuka:(

  2. Kak linknya ngga bisa dibuka:(

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.