September | Download Novel Lose or Love Her Again By Desy Miladiana PDF

download novel Lose or Love Her Again karya desy miladiana pdf wattpad
novel Lose or Love Her Again pdf desy miladiana

Selamat datang di CarinNovel. Setelah sebelumnya kita membahas download novel pdf “i want us”, pada pertemuan kali ini aku mau berbagi novel “Lose or Love Her Again” karya Desy Miladiana pdf. Novel ini telah di baca lebih dari 1 juta kali di wattpad, dan didukung oleh 50 ribu pembaca. Novel ini memiliki isi 300 halaman novel. Dibawah adalah detail dari novel wattpad Lose or Love Her Again pdf.

rel="noreferrer noopener" href="https://zeco.pro/" target="_blank" data-type="URL" data-id="https://zeco.pro/">Kumpulan download novel pdf Terbaru 2021 ada di beranda (akan di update selalu), dan kalian juga bisa mendownload novel karya Desy Miladiana lainnya disini.

Detail Novel Lose or Love Her Again

Deskripsi:
Judul : Lose or Love Her Again
Karya : Desy Miladiana
Genre : Romance, Drama
Rilis Tahun : 2021

Halaman : 300
Rating (Dari 10) : 8,4

Sinopsis :

Ada dua alasan mengapa Tuhan mempertemukan kembali dua orang manusia; pertama, untuk menyelesaikan masalah yang belum tuntas atau Tuhan sedang menguji kesabaran mereka dengan memberi cobaan lain.
Setelah empat tahun melarikan diri, Jasmine mulai kelelahan. Di Surabaya, dia memutuskan untuk membuka lembaran baru. Bekerja menjadi sekretaris super sibuk dari kepala cabang sebuah perusahaan kecantikan, menjadikan dia yakin bahwa hidupnya akan aman dan tentram.
Kejutan itu datang begitu Bosnya memilih untuk resign. Siapa sangka atasan barunya adalah Fathir, pria yang paling dia benci dan hindari selama beberapa tahun terakhir. Kenangan lama yang dia kubur kembali muncul kepermukaan. Membangkitkan rasa sakit yang teramat dalam dari diri Jasmine.
Sayangnya, kabur sekali lagi bukanlah pilihan. Ada tanggung jawab dalam kontrak kerja yang wajib Jasmine patuhi. Terpaksa dia harus menghadapi Fathir dan mungkin mengorek luka masa lalunya sekali lagi. Jasmine juga akan menyelesaikan urusan mereka yang sempat tertunda, perceraian.
Di

lain pihak, pertemuan ini bagi Fathir adalah kesempatan kedua. Namun, Jasmine yang sekarang sudah berubah. Kehangatan seorang istri yang dia cintai telah menghilang. Sampai akhirnya, alasan kepergian Jasmine pun terungkap. Fathir berada dalam dilema besar. Pilihannya ada dua; kehilangan atau mencintai Jasmine sekali lagi.


Link : Disini (3 Mb)


Jika link rusak segera beritahu kami! kami akan menggantinya secepatnya. Dan mulai sekarang kalian tidak perlu lagi login maupun menambahkan e-mail agar bisa mengomentari atau melaporkan. Kami Sangat Menjaga Privasi Pengguna.

Cuplikan dan Review Novel Lose or Love Her Again

Chapter 1

[…]

Membaca kata ASAP, Jasmine bergegas beranjak. Kode merah dari Elizabeth, artinya harus segera datang kurang dari sepuluh menit sejak pesan diterima. Tak ingin mendengar omelan, terpaksa Jasmine meninggalkan Selana. Dia meminta maaf sembari meletakkan beberapa lembar sepuluh ribuan di bawah piring.
Kantor adminstrasi di Surabaya bergabung dengan perusahaan lain di sebuah gedung perkantoran. Lima lantai terbawah milik Facayu. Selain kafetaria dan front office, di lantai bawah gedung berisikan toko yang menjual produk-produk Facayu. Sementara itu, ruangan Bu Elizabeth berada di lantai lima. Alhasil, Jasmine akan sulit sampai kurang dari sepuluh menit sekalipun sudah berjalan cepat. Apalagi jam makan siang, lift tidak pernah kosong.

Sedikit

tersengal dan berkeringat, Jasmine berhasil sampai di lantainya. Linda, sang resepsionis di sana menyapa. Senyum ramah yang wajib itu tersungging. Karena sedang terburu, Jasmine hanya membalas dengan lambaian singkat. Basa-basi saja.
Jasmine tidak langsung memasuki ruangan bosnya. Dia malah berbelok sejenak ke mejanya. Mengambil tisu untuk menghapus peluh. Memulas kembali riasan di wajah agar tetap terlihat segar rapi. Terakhir, menyemportkan parfum. Berpenampilan baik dan wangi adalah paket lengkap seorang profesional, hal yang diajarkan Elizabeth.

Begitu sudah siap, barulah dia berjalan menuju pintu. Diketuknya beberapa kali, barulah Jasmine membukanya. Kening wanita itu langsung mengernyit saat menemukan hal tidak biasa di dalam ruangan Elizabeth.

[…]

Chapter 2

[…]

“Lho, jangan resign dong, Mbak!” Tiba-tiba Luna berteriak. Kepalanya menggeleng tegas. “Ada penaltinya kan, kalau resign sebelum kontrak selesai?”

“Iya, tapi uang kan, bisa diusahakan. Sakit hatinya yang nggak bisa ditahan, Lun,” keluh Jasmine. Apalagi setiap melihat sosok Fathir, kenangan buruk menari-nari di kepalanya. Sesak napas, nyaris kehabisan oskigen, padahal tidak punya riwayat asma.

“Mbak Jasmine, percaya nggak sih, kalau Tuhan selalu punya rencana di setiap pertemuan dan perpisahan? Awal dari pertemuan memang selalu perpisahan, tapi gimana kalau sekarang kebalikannya? Siapa tahu ada maksud lain dari kembalinya Mas Fathir. Empat tahun lo kabur-kaburan, nggak capek? Lo resign, emang bisa selesain masalah? Hadapin dia, cari waktu yang tepat buat ngomongin perceraian kalian, cerai, move on, dan bahagia. Jangan bikin mas Fathir di atas angin karena lo kabur lagi, Mbak.”
“Tapi….”

Jasmine ragu. Dia mengharapkan dukungan Luna, tapi sepertinya sepupunya itu malah bersikeras untuk menyuruhnya bertahan.

“Percaya aku, Mbak Jas. Resign bukan keputusan tepat. Mbak harus tunjukin ke dia bahwa Mbak bisa bersikap profesional sebagai atasan dan bawahan mas Fathir. At least, sampai kontrak kerja Mbak Jas selesai. Jangan kabur lagi, Mbak.”

Luna berhasil membungkamnya. Sepupunya itu seolah memberikan alasan yang sangat logis di benak Jasmine. Hanya saja, dia tidak percaya diri bisa menunjukkan kebahagiaannya di depan Fathir. Pasalnya, dia lupa bahagia itu seperti apa.

[…]

Chapter 3

[…]

Perjalanan menuju pabrik terasa panjang. Biasanya hanya butuh waktu setengah jam, tapi hampir satu jam berlalu belum juga sampai. Di luar sedang hujan deras setelah sekian lama kemarau di Surabaya. Kendaraan pribadi tumpah ruah sekalipun belum jam pulang kerja. Genangan di mana-mana menambah lambat laju mobil. Udara yang mendadak dingin bertambah dingin dengan suasana yang menyelimuti mobil. Tidak ada percakapan di kursi belakang. Bos dan sekretarisnya itu duduk saling berjauhan dengan tangan sibuk memainkan ponsel.

Tanpa sadar Jasmine menghela napas. Kepalanya mendongak. Matanya memperhatikan jalanan yang nyaris tidak terlihat saking lebatnya hujan. Berkali-kali wanita itu berdoa agar mereka segera sampai pabrik. Lalu, berkeliling tempat luas itu sembari memperkenalkan orang-orang pabrik satu per satu sesuai keinginan Fathir. Melihat kekacauan di luar, rasanya dia hanya ingin pulang ke apartemen. Membuat secangkir teh hijau kesukaannya. Kemudian, menutupi dirinya dalam selimut tebal.
Tiba-tiba saja mobil yang sedang melaju berjalan lambat. Tidak lama, mobil mendadak berhenti di tengah jalan. Kepala Jasmine sontak menoleh pada Pak Jaka, sopir kantor. Pria lima puluhan itu terlihat berusaha menyalakan mobil. Sayang, mobil tetap bergeming.

Serangan panik menghantam Jasmine. Tanpa bisa dia cegah, nada suaranya sedikit meninggi saat bertanya, “Pak, kenapa tiba-tiba berhenti?”

Pak Jaka tidak langsung merespons. Mobil masih berusaha dinyalakan. Jasmine melirik Fathir di samping. Pria itu ternyata juga sedang meliriknya. Namun dengan cepat, Fathir mengalihkan pandangannya menuju Pak Jaka.
“Mobilnya baik-baik aja kan, Pak?” Jasmine kembali bertanya.
Pak Jaka akhirnya menoleh. Ada sorot bersalah yang terlihat di matanya. Sedikit gemetar, sembari sesekali melirik ke arah Fathir, Pak Jaka bersuara, “Maaf, Bu, Pak, kayaknya ini akinya. Saya sudah coba hidupin mobil dari tadi, tapi nggak nyala-nyala.”

[…]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top