Terbaru | Download Novel Mom Alana By Zahrraisnna PDF

download novel mom alana pdf by Zahrraisnna wattpad
novel mom alana pdf Zahrraisnna

Selamat datang di CarinNovel. Setelah sebelumnya kita membahas download novel pdf “”, pada pertemuan kali ini aku mau berbagi novel “Mom Alana” karya Zahrraisnna pdf. Novel ini telah di baca lebih dari 7,2 juta kali di wattpad, dan didukung oleh 600 ribu pembaca. Novel ini memiliki isi 60 bab novel. Dibawah adalah detail dari novel wattpad Mom Alana pdf.

rel="noreferrer noopener" href="https://zeco.pro/" target="_blank" data-type="URL" data-id="https://zeco.pro/">Kumpulan download novel pdf Terbaru 2021 ada di beranda (akan di update selalu), dan kalian juga bisa mendownload novel karya Zahrraisnna lainnya disini.

Detail Novel Mom Alana

Deskripsi:
Judul : Mom Alana
Karya : Zahrraisnna
Genre : Romance, Drama
Rilis Tahun : 2021

Halaman : 300+
Rating (Dari 10) : 9,1

Sinopsis :

Hidup Alana berubah ketika ia harus menjadi seorang ibu di usianya yang masih terbilang cukup muda. 17 tahun. Bayangkan saja, di usianya yang masih belasan harus menjadi seorang ibu dan mengurus seorang anak.

Bukan, dia bukan hamil di luar nikah. Namun, ia menemukan seorang bayi yang tergeletak di depan gerbang rumahnya dengan keranjang dan selimut tipis yang membalut tubuh mungilnya. Sekiranya, umur bayi itu masih terbilang cukup dini, 3 bulan.

Seminggu ia menjaga seorang diri tanpa adanya orang tua, tapi setelah itu ia menemukan sosok pria yang bisa mengendalikan tangis bayi itu hanya dengan gendongan pria itu. Alana sempat takjub dan meminta pria itu menjadi orang tua pelengkap untuk bayi itu.

“Jadi ibu diusia muda emang gak pernah ada di pikiran gue. Tapi, mungkin tuhan punya kehendak lain buat nentuin hidup gue buat kedepannya.” ~ Alana Tiramahdi.


Link : Disini (5 Mb)


Jika link rusak segera beritahu kami! kami akan menggantinya secepatnya. Dan mulai sekarang

kalian tidak perlu lagi login maupun menambahkan e-mail agar bisa mengomentari atau melaporkan. Kami Sangat Menjaga Privasi Pengguna.

Cuplikan dan Review Novel Mom Alana

Chapter 1

[…]

“LO UDAH PUNYA ANAK?!” pekik Gibran membuat Alana dan bayi mungil itu berjenggit kaget dan menangis kencang.158

Alana menggeram marah pada cowok di depannya yang juga kaget karena tangis bayi laki-laki itu.

“Anjing! Tanggung jawab lo! Buat bayi ini tenang!” kilatan marah Alana tercetak jelas membuat Gibran bergidik ngeri.51

“E-eh, ya sorry! Gue lupa kalau ada bayi lo!”

Oek oek oek..52

Gibran yang tak tahan mendengar suara tangis itu langsung mengambil alih bayi itu agar pindah pada gendongannya. Alana menatap takjub pada laki-laki remaja yang dapat meredakan tangisan bayi itu hingga terlelap sangat damai.43

“Jago juga lo ngurus bayi. Jangan-jangan anak lo ya?” tuduh Alana memincingkan matanya curiga.

Cowok itu memutar bola matanya malas. “Sembarangan kalau ngomong!” Gibran menonyor kepala Alana hingga sedikit terhuyung kebelakang.4

Alana menggeram marah. “Mulai hari ini lo harus ikut andil buat ngurus bayi ini. Gue nggak mau tahu, titik!”149

Seketika mata Gibran membulat sempurna. Tentu saja ia kaget atas permintaan gadis yang berstatus teman satu sekolahnya dan tetangga. Padahal mereka tak saling kenal dan hanya kenal nama. Lebih tepatnya Alana yang mengenal cowok itu.5

“Gue

nggak mau!” tolak Gibran mentah-mentah.

“Pokoknya nggak ada penolakan!”73

Gibran menghela napasnya berat lalu mau tak mau hanya pasrah mengangguk dan membuat Alana tersenyum senang.1

“Good boy!”

[…]

Chapter 2

[…]

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu tetapi Alana masih berada di kelasnya untuk mencatat yang belum ia sempat catat di bukunya. Untung saja, guru sejarah itu sangatlah baik karena guru itu mau menulis ringkasan materi itu di papan tulis.

Alana belum menyadari jika ada yang sedang bersandar di pintu dengan melipat kedua tangannya di depan dada dan tengah memperhatikannya.1
“Ekhm!” deheman sesorang membuat Alana terusik dan mengangkat kepalanya. Ia menjeda sejenak menulisnya.

“Ngapain lo disitu?” sinis Alana msnatap malas Gibran yang menampilkan senyum tengilnya.5

“Lo nggak pulang? Kan kita mau jemput Raska!” seketika Alana jadi teringat anaknya! Wait anaknya? Geli rasanya di umur yang masih 18 tahun dua bulan lagi ia sudah memiliki bayi.163

“Bentar, sedikit lagi.” Gibran mengangguk lalu memilih untuk memperhatikan Alana yang sedang menulis.

Setelah beberapa menit, Alana pun selesai dan membereskan buku dan alat tulis yang berada di meja. Ia memasukkan dekat hati-hati dan lambat membuat Gibran jengah.7

“Lama banget lo cuma masuk’in buku satu sama tempat pensil satu, 10 menit baru selesai!” cibir Gibran yang tak di ubris Alana.

“Ayo!” Alana berjalan terlebih dahulu dan meninggalkan Gibran yang mencebikkan bibirnya kesal.

“Udah

ditungguin malah ninggalin lo kampret!”
“Siapa suruh nungguin?” santai Alana membuat Gibran semakin ingin mencakar wajah baby face milik gadis itu.

Setelah lama mereka berada di jalan, akhirnya mereka sampai di rumah orang tua Gibran. Alana pun langsung turun dari motor Gibran dan berjalan menuju pintu rumah besar itu. Di susulnya Gibran yang masih mencebikkan bibirnya kesal saat Alana tak mengubrisnya sama sekali.
“Alana!” panggil Gibran. Alana menoleh sekilas lalu mengalihkan pandangannya untuk memencet bel rumah.

[…]

Chapter 3

[…]

Gibran yang merasa namanya di sebut-sebut langsung menoleh ke arah ketiga temannya. Dahinya mengkerut bingung.
“Ngapain nama gue di sebut-sebut?”

“Punya cewek kagak ngomong-ngomong lo sama kita!” Raden mendengus membuat Gibran semakin bingung.2

“Hah? Cewek? Gue nggak punya cewek woi!” sergah Gibran. Memang benar, walaupun tampan tetapi Gibran masih Single yang artinya belum pernah pacaran sama sekali. Mungkin dekat tetapi tanpa kepastian, begitu terus karena belum mendapatkan yang cocok untuk dirinya. Semua yang pernah dekat dengannya rata-rata hanya mengincar uang Gibran dan ingin menjadi Famous karena bisa berpacaran dengan seorang NAUVAL GIBRAN PRATAMA.16

“Alah ngaku aja lo!” Fiko menggeplak kepala Gibran membuat sang empu meringis.

“Gue nggak punya cewek suer!” Gibran mengangkat dua jarinya membentuk ‘V’.18

Mereka bertiga langsung memutar bola matanya malas. Tak percaya dengan jawaban Gibran. Jelas-jelas tadi cowok tengil itu senyum-senyum tidak jelas dengan memandangi ponselnya.

“Ngibul mulu lo! Kalau nggak punya cewek terus ngapain lo senyum-senyum kek orang gila, hah?!” kesal Beni menendangkan kakinya ke udara.6
Gibran yang mendengar itupun langsung terkekeh pelan. Ia menyodorkan ponselnya menunjukkan foto Raska yang tengkurap. Mereka di buat cengo saat melihat foto bayi mungil itu.

Siapa bayi mungil itu? Jika adik, mereka jelas tidak akan percaya karena Gibran anak tunggal. Jika anak dari sepupunya, mereka tahu betul jika anak dari salah satu sepupu Gibran anaknya sudah beranjak anak-anak bukan bayi. Jadi siapa dong?1

Mereka bertiga saling berpandangan. Pasti fikiran mereka sama. Mereka berfikir jika itu..

“ANAK LO?!” tanya mereka serempak. Nadanya naik satu oktaf.

[…]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top