Download Novel Recalling The Memory Karya Sheva 2018

Download Novel Recalling The Memory Karya Sheva 2018Download Novel Recalling The Memory Karya Sheva 2018

Info Buku

Sama halnya dengan novel Too Far To Hold karya Fifi Alfiana yag termasuk dalam project Belia Writing Marathon Series, Recalling The Memory karya Sheva ini juga merupakan sebuah novel yang termasuk dalam project tersebut

Recalling The Memory lalu secara resmi diterbitkan oleh Bentang Belia pada tanggal 05 Februari 2018.

Sebelum diterbitkan, novel ini pertama kali Sheva publish di sebuah aplikasi baca bernama Wattpad dalam sebuah project bersama Bentang Belia, Novel miliknya ini berhasil mendapat respon baik dari para pembaca dan telah dibaca lebih dari setengah juta kali di Wattpad.

Recalling The Memory Karya Sheva memiliki jumlah halaman sebanyak 250 halaman, novel ini lalu dijual dengan Nomor ISBN 9786024301903 dengan bahasa yang digunakan dalam novel adalah Bahasa Indonesia.

Selain dijual dalam bentuk cetak, Recalling The Memory Karya Sheva yang mengusung Genre Komik & Novel Grafis/ Romantis ini juga dijual secara resmi oleh Google Ireland ltd dalam versi e-book.

Versi e-book dari novel ini tersedia dalam fitur teks mengalir dan ideal untuk Web, Tablet, Ponsel dan eReader, bagi kalian yang menggunakan Android tidak usah khawatir karena e-book dari Novel Recalling The Memory juga tersedia untuk perangkat Android.

Nah untuk para pembaca yang berminat membeli buku Recalling The Memory dalam versi e-booknya, kalian bisa langsung mengakses Google Play Books atau Google Play Store.

Kabar baiknya untuk para pembaca, Buku ini dijual dalam versi e-book dengan harga yang cukup terjangkau yaitu seharga Rp.33.200,00.

Buku ini juga memiliki ulasan yang bagus dari para pembaca dan mendapat rating yang cukup bagus yaitu 4,2/5,0 di Google Play Store.

Download Novel Recalling The Memory Karya Sheva 2018

Blurb Novel

Sofia hanya tahu satu cita-cita, bermain piano. Namun, ayahnya hanya tahu satu tujuan, menjadikan Sofia pengacara. Gadis itu sudah menyerah, hingga ia bertemu Romi yang membuatnya jadi lebih berani mengikuti kata hati.

Mereka sepakat untuk membuat demo bermain piano empat tangan untuk mendapat beasiswa kuliah musik di Amerika.

Sofia sangat menikmati saat-saat berlatih bersama Romi di Ruang Musik sekolah. Alunan indah nada piano dari keempat tangan mereka membuat Sofia lupa akan kesedihannya.

Sayangnya, ada dua fakta yang tak boleh dilupakan Sofia. Saat hatinya mulai merasakan desir aneh ketika berada di dekat Romi, ia harus ingat bahwa Romi telah memiliki Kikan.

Saat semangat mengejar impiannya mencapai puncak, ia harus ingat bahwa ayahnya tak akan merestui. Patah hati Sofia terasa berkali-kali lipat lebih sakit. Akan bagaimanakah ia mengatasinya?