Terbaru | Download Novel Restaurateur By Miss Yaz PDF

download novel restaurateur karya miss yaz utami pdf wattpad
download novel Restaurateur pdf Miss Yaz

Selamat datang di CarinNovel. Setelah sebelumnya kita membahas download novel pdf “Callia”, pada pertemuan kali ini aku mau berbagi novel “Restaurateur” karya Miss Yaz pdf. Novel ini telah di baca lebih dari 1,8 juta kali di wattpad, dan didukung oleh 100 ribu pembaca. Novel ini memiliki isi (-) bab novel. Dibawah adalah detail dari novel wattpad Restaurateur pdf.

rel="noreferrer noopener" href="https://zeco.pro/" target="_blank" data-type="URL" data-id="https://zeco.pro/">Kumpulan download novel pdf Terbaru 2021 ada di beranda (akan di update selalu), dan kalian juga bisa mendownload novel karya Miss Yaz lainnya disini.

Detail Novel Restaurateur

Deskripsi:
Judul : Restaurateur
Karya : Miss Yaz
Genre : Romance
Rilis Tahun : 2021

Halaman : 289
Rating (Dari 10) : 9.0

Sinopsis :

Gue benci komitmen, nikah, punya anak, kompromi dan lain-lain. Semua berubah sampai gue kenal dia. – Lucas Maki

Aku rela hidup dengannya, tanpa status jelas, tanpa komitmen. – Aline Ramada


Link : Disini (2 Mb)


Jika link rusak segera beritahu kami! kami akan menggantinya secepatnya. Dan mulai sekarang kalian tidak perlu lagi login maupun menambahkan e-mail agar bisa mengomentari atau melaporkan. Kami Sangat Menjaga Privasi Pengguna.

Cuplikan dan Review Novel Restaurateur

Chapter 1

[…]

“Gimana Elisa? Udah ketemu sama Dewa?” Ale memecah keheningan di antara kami.

“Elisa baik. Dia di Jepang, milih buat menghindar berita. Bajingan tai itu masih nggak ketemu.” Jawab gue. Gue butuh yang lebih keras dari black sekarang.

Pintu ruangan Ale di ketuk. Kami berdua langsung menoleh.

“Masuk.” Ale berdiri bangkit mengambil gelas kristal di atas meja, kali ini untuknya sendiri.

“Eh, Pak Ale masih ada tamu. Nanti aja deh kalau gitu.” Dia lagi. Si cantik itu lagi.

“Masuk

aja, Line. Lucas udah mau pergi kok.” Sahut Ale. Gue menatapnya bingung. Minuman gue aja belum habis udah main ngusir.2
“Ngomong aja. Gue juga nggak bakalan ngerti kerjaan orang hotel.” Jawab gue sambil mengendikan bahu. Gue ambil ponsel gue, membuka email-email yang belum sempet gue bales.

Gue membiarkan Aline dan Ale melakukan pekerjaan mereka. Sesekali mendengar pembicaraan mereka.

“Asistennya Sintha kan?” Tanya gue sembari menatap mata coklatnya yang cantik.

“Mantan asisten, Pak..” Jawabnya.

“Lucas. Jangan ada embel-embel pak. Belum tua-tua amat.” Sahut gue masih menatap matanya. Pipinya sedikit memerah karena gue tatap. Ale sampai berdehem memecah keheningan.

“Saya mau ketemu sama manajer personalia. Ada di tempat?”

“Pak Aga?” Tanyanya. Gue mengernyit. Siapa lagi si Aga.

“Manager personalia Whindama namanya Aga.” Ale menjawab kebingungan gue.

[…]

Chapter 2

[…]

Kami mengobrol seputar pekerjaan. Itupun lebih banyak diam karena ia begitu menikmati makanannya.

“Kenapa?” Aku menoleh tidak mengerti maksud pertanyaannya.

“Kenapa mau nemenin saya makan?” Tanyanya lagi.

“Oh. Saya laper, kamu juga laper. Aku juga numpang sama kamu. Jadi kenapa enggak.” Jawabku sekenanya.1

Dia masih menatapku. Mata coklatnya, rambut coklatnya yang pengen aku sisir. Rahang kokoh itu, rahang-rahang yang pengen aku elus. Astaga, Aline! Wake up!

“Kenapa liatin saya terus?” Aku mendongak menatap dirinya. Dia masih bergeming.

Tiba-tiba lagu Ellie Goulding, Lights berbunyi. Oh, ponselku ternyata.
Thomas Arya calling…

No.

Aku harus menghindari orang ini.

“Angkat. Jangan dipandangin. Yang nelpon nggak bisa telepati.” Lucas terkekeh menatapku.

“Halo.”
“Kamu dimana? Kenapa nggak ada di kost? Aku mau masuk, sialan!” Bentaknya.

Ya, Thomas Arya adalah kekasihku selama 4 tahun belakangan. Ia bekerja sebagai Chief Engineering di hotel lain. Mau tau satu hal tentang Tom? Dia suka membentak.

“Aku masih di luar, Tom. Kuncinya kan ada di kamu.”
“Hilang. Cepet. Aku capek.” Aku mendesah. Apa sih susahnya nge-keep kunci yang aku kasi?

“Tanggung jawab sendiri lah, Tom. Aku masih ada kerjaan. Bye.” Tutupku, menonaktifkan ponselku membuangnya ke dalam tas. Aku capek sama hubungan ini.

“Siapa?” Suara Lucas memecah kegalauanku. Aku lupa dia masih bersamaku.

“Thomas.” Aku menjawab namun tidak menjelaskan. Dia menatapku menuntut lebih.

“Pacar saya. Kami tinggal bersama.” Jawabku berusaha menjawa.

“Kamu punya pacar tapi pergi sama laki-laki lain? Aku suka.” Jawabnya tersenyum tipis. Maksudnya? Aku hanya mengendikan bahuku mengacuhkannya.

[…]

Chapter 3

[…]

“Waduh.. Bahasamu.” Leo tergelak. “Posisimu di sini memang terlalu mengenaskan. You know i hope i can help you! Tapi untuk sekarang, nikmatin dulu saja lah Call, siapa tahu suatu saat nanti kau bisa keluar dari sini. Toh masih aman juga kan tuh selangkangan?” Leo menyeringai.
Callia memukul lengan Leo sebal. “Sama saja ya semua cowok mah omongannya nggak jauh-jauh dari area sana! Maksudku, aku juga ingin hidup normal seperti mereka tanpa harus takut melanggar aturan mamih dan mamih.” Callia menggerutu.

“One

day…” Jawab Leo singkat sambil menerawang ke depan mengalihkan pandangannya dari Callia.

“Kak, ngomongnya jangan pakai bahasa inggris dong. Aku nggak ngerti,” Protes Callia.
Leo mengacak rambut Callia gemas. “Belajar yang rajin ade Callia,”1
Callia memutar bola matanya. “Kak, kalau loncat dari sini kira-kira mati nggak ya?” tanya Callia tiba-tiba yang membuat Leo sontak menoleh dengan pandangan bertanya-tanya.
Kernyitan di dahinya bahkan berlipat ganda.

“Belum pernah denger sih yang loncat dari sini. Kenapa? Mau loncat? Coba saja kalau penasaran. Kita lihat, mati atau nggak si gadis pengantar minuman ini.” Ujar Leo mendengus sebal mendengar omongan ngelantur Callia sambil menyentil dahinya.

“Aku hanya bertanya. Tapi penasaran juga pengen nyoba. Kali aja masih tetap hidup. Lagian nggak ada jalan lain selain loncat dari sini sih,” ucap Callia mendesah dan menerawang ke bawah.

Leo menoyor kepala Callia. “Otak gunanya buat mikir. Di pake dong jangan hanya dijadikan pajangan saja!” Leo berujar jengkel, “Berhenti memikirkan yang aneh-aneh, dan mulailah gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat!” tukasnya lagi.

Masalahnya, hal manfaat apa yang ia bisa lakukan di dalam sini? Setiap malam yang ia lihat hanya pasangan-pasangan yang saling berdesah-desahan berlomba siapa yang paling kencang.

[…]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top