Terbaru | Download Novel Revenge By Rhea Sadewa PDF

download novel revenge karya Rhea Sadewa pdf wattpad
download novel revenge pdf Rhea Sadewa

Selamat datang di CarinNovel. Setelah sebelumnya kita membahas download novel pdf “Lilin”, pada pertemuan kali ini aku mau berbagi novel “Revenge” karya Rhea Sadewa pdf. Novel ini telah di baca lebih dari 350 ribu kali di wattpad, dan didukung oleh 30 ribu pembaca. Novel ini memiliki isi 28 bab novel. Dibawah adalah detail dari novel wattpad Rhea Sadewa pdf.

rel="noreferrer noopener" href="https://zeco.pro/" target="_blank" data-type="URL" data-id="https://zeco.pro/">Kumpulan download novel pdf Terbaru 2021 ada di beranda (akan di update selalu), dan kalian juga bisa mendownload novel karya Rhea Sadewa lainnya disini.

Detail Novel Revenge

Deskripsi:
Judul : Revenge
Karya : Rhea Sadewa
Genre : Romance
Rilis Tahun : 2021

Halaman : 517
Rating (Dari 10) : 9,2

Sinopsis :

12 tahun bukan waktu yang sebentar. Selama itu ia bisa melupakan kesakitannya karena perbuatan seseorang. Namun tatkala ia berjumpa dengan laki-laki masa lalunya. Rasa perih itu tiba-tiba timbul, menyayatnya tanpa ampun.

Rama laki-laki yang harusnya mempertanggung jawabkan perbuatannya dahulu nyatanya hanya seorang pengecut. Agni menuntut balas atas perbuatan Rama padanya, Agni dengan api dendam akan menghanguskan kebahagiaan Rama hingga jadi abu.

Namun di tengah kobaran dendamnya. Ada pria lain bernama Bara yang datang menawarkan cinta padanya. Pria itu dapat mengubah hati Agni yang beku dan penuh kebencian menjadi bersemi kembali. Pada akhirnya apa yang akan Agni pilih, mengikhlaskan dendamnya lalu meraih bahagia bersama Bara atau meneruskan balas dendamnya dengan resiko kehilangan Bara.


Link : Disini (3.6 Mb)


Jika link rusak segera beritahu kami! kami akan menggantinya secepatnya. Dan mulai sekarang kalian tidak perlu lagi login maupun menambahkan e-mail agar bisa mengomentari atau melaporkan. Kami Sangat Menjaga Privasi Pengguna.

Cuplikan
dan Review Novel Revenge

Chapter 1

[…]

Agni masih berdiri saja di luar sebuah bangunan besar. Ia paling malas menghadiri acara keluarga. Di usianya yang sudah memasuki angka 27 ini, pasti banyak orang yang akan menanyakan kapan dirinya akan menikah? Kenapa sendirian datang?.
Pertanyaan yang langsung membuat mood Agni acak adul. Bagi Agni pernikahan itu sesuatu yang sulit untuk di jalani. Dua orang yang saling mencintai diikat dalam sebuah ikatan suci untuk hidup bersama dan memiliki keturunan.
Intinya pernikahan terdiri dari dua unsur, cinta dan anak. Agni tak memiliki itu semua, cintanya telah mati belasan tahun lalu dan soal keturunan? Sayangnya Agni hanya memiliki satu ovarium.
Coba di fikir apa ada yang akan mau menikahi perempuan kaku, minim cinta dan sulit memberi keturunan? Agni rasa peluangnya menikah bisa di katakan mustahil.
Agni bukan pribadi yang pengecut. Ia berusaha menarik nafas, menguatkan hati. Ia siap bertemu dengan keluarga besarnya. Ia siap jika memberi jawaban pertanyaan mereka yang menusuk hati.
“Aunty Agni!!”. Teriak seorang gadis kecil yang mengenakan baju princess bewarna soft pink dengan mahkota di kepala.
“Dena, happy birthday ya?”. Agni mencium kedua pipi keponakannya. Lalu memberikan sebuah kado. Lihatlah putri kedua Deraya ini begitu mirip dengan ibunya. Dari mulai rambut, wajah dan juga sikap materialistisnya. Dena sudah menatap kado besar yang Agni bawa. dengan mata yang berbinar.
“Apa

isinya aunty? Apa perlengkapan tata rias? Kalau itu mommy sudah memberiku?”. Benar-benar sifat buruk Dera menurun pada putrinya.
“Ini swimming pole tiup!!”.

[…]

Chapter 2

[…]

“Kakak masih ngantuk? Kalau gituh Agni pulang aja. Biar kakak lanjut tidurnya.” Rama menahan lengan Agni agar tak beranjak pergi.
“Gak kok, kamu mau minta kakak ajarin apa?”

“Matematika.”
Kemudian yang terjadi Rama sudah menyeret lengan Agni untuk masuk ke dalam rumah. Agni juga bingung ketika Rama mengajaknya ke kamar pribadi. Biasanya mereka akan belajar di ruang tamu.
“Duduk sini.” perintah Rama lalu mengarahkannya duduk di karpet bermotif Inter Milan, tim sepak bola favoritnya.
“Tante kemana?” Agni bertanya karena tak mendapatkan siapapun di dalam rumah ini kecuali Rama.
“Mamah ada urusan ke tempat temennya. Agni mau minum nggak?” Agni mengangguk, Rama yang sangat sayang pada Agni turun ke bawah mengambilkan putih dingin.
Mereka belajar dengan tenang tanpa gangguan siapapun. Sesekali Agni menanyakan pertanyaan yang menurutnya susah. Entah kenapa Agni merasa jarak dirinya dan Rama begitu dekat, beberapa kali hidung mereka hampir bertubrukan.

Sedang Rama hampir 1 jam lebih menahan sakit di tubuh bagian bawahnya. Sial memang, ia harus menahan mati-matian rasa nyeri. Ini semua karena video porno yang hanya setengah jalan di tontonnya karena Agni yang terlanjur datang. Kapan sih Agni akan pergi. Kecantikan dan tubuh Agni membuat tubuh bagian bawah Rama semakin menggila. Apa ia manfaatkan saja keberadaan Agni di sini?.2

“Ni,

kamu udah selesai?”

“Sebentar lagi.”
“Emmpt…” Agni terkejut saat tiba-tiba saja Rama melumat bibirnya. Salah sendiri, bibir Agni yang mungil itu begitu menggoda dirinya.
“Kenapa kakak cium Agni?” tanya gadis itu sambil menghapus ciuman Rama dengan punggung tangan.
“Karena kakak suka sama kamu. Tubuh kakak yang bawah sakit, kamu bisa nggak bantu kakak buat nyembuhinnya?” Agni melihat Rama tanpa curiga, benar sih ia beberapa kali melihat Rama meringis dann juga mata teman kakaknya semakin menggelap.

[…]

Chapter 3

[…]

“Kak!!”.
“Ssst… Jangan berisik, nanti kita ketahuan. Bilik ini nggak kedap suara”. Agni mengangguk paham. Ia berusaha menutup mulutnya rapat-rapat.
Rama dengan berani menurunkan celana dalamnya. Dengan malu Agni berusaha menutupi alat kelaminnya dengan telapak tangan.
“Jangan di tutupi!!”. Rama menyingkirkan tangan Agni. Ia nekat mendekatkan wajahnya, menjilati vagina Agni.
“Kak!!”. Agni mencoba untuk tak menjerit, perlahan-lahan ia menikmati perlakuan Rama. Rama tak berhenti melakukan perbuatan terlarang, ia menjilati vagina Agni, mengobrak-abrik setiap inchinya memberi kenikmatan yang tak pernah Agni rasakan. Ia akhirnya meledak menjadi puing-puing dengan nafas terengah-engah.
“Enak?”. Tanya Rama yang kini sudah berada di atas tubuh Agni. Agni tak menjawab, wajahnya bersemu merah.
Rama memandangnya dengan penuh hasrat dan minat, namun untuk meminta lebih ia tak berani.
“Sekarang Agni yang bikin enak kak Rama ya?”.
Agni mengangguk paham, ia biasanya akan mengurut kejantanan Rama sampai cairannya keluar. Namun ketika tangan Agni ingin meraih kejantanan Rama, Rama mencegahnya.
“Aku gak pingin di urut pakai tangan tapi pakai mulut kamu!!”.
Agni terbelalak kaget, Pakai mulut? bagaimana bisa itu kan tempat kotor, tempat pipis. Jujur Agni jijik
“Tapi kan?”.
“Aku gak jijik ketika menjilat vagina kamu”. Rama sepertinya bisa membaca pikiran Agni. Dengan terpaksa Agni mengabulkan permintaan Rama.1
“Baiklah, aku mau!!”.
Agni menunduk mendekatkan mulutnya pada kejantanan Rama. Ia meneguk ludahnya kasa ketika aroma kejantanan Rama mulai tercium. Tentu bukan bau yang menyenangkan.

[…]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top