Download Novel Sequence Karya Shita Hapsari 2015Download Novel Sequence Karya Shita Hapsari 2015

Info Buku

“Sequence” merupakan sebuah novel karya Shita Hapsari yang secara resmi diterbitkan oleh penerbit Bentang Pustaka pada 24 Juli 2015.

“Sequence” Karya Shita Hapsari memiliki jumlah halaman sebanyak 260 halaman, novel ini lalu dijual dengan Nomor ISBN 9786022910015 dengan bahasa yang digunakan dalam novel adalah Bahasa Indonesia.

Selain dijual dalam bentuk cetak, “Sequence” yang mengusung Genre Juvenile Fiksi/ Umum ini juga dijual secara resmi oleh Google Ireland ltd dalam versi e-book.

Versi e-book dari novel ini tersedia dalam fitur Teks Mengalir, e-book dari novel ini ideal untuk Web, Tablet, Ponsel dan eReader, bagi kalian yang menggunakan Android tidak usah khawatir karena e-book dari novel ini juga tersedia untuk perangkat Android.

Nah untuk para pembaca yang berminat membeli buku “Sequence” baik dalam dalam versi cetak ataupun e-booknya, kalian bisa langsung mengakses Google Play Books atau Google Play Store.

Kabar baiknya untuk para pembaca, Buku ini dijual dalam versi e-book dengan harga yang cukup terjangkau yaitu seharga Rp.29.050,00.

Buku ini juga memiliki ulasan yang sangat bagus dari para pembaca dengan rating 4,9/5,0 di Google Play Store.

Adapun novel lain Karya Shita Hapsari diantaranya :

1. Dangerously Perfect

2. Finally Mr Right

Download Novel Sequence Karya Shita Hapsari 2015

Blurb Novel

Klarissa Bukan menempuh jenjang studi yang lebih tinggi. Bukan menjadi psikolog. Bukan menjadi konselor. Aku hanya ingin menjadi guru. Iya, guru bagi mereka anak-anak autis.

Tidak cukupkah penjelasanku itu, Tedibear-ku Sayang? Ine Memiliki kedudukan penting di kantor. Memiliki anak yang cantik dan pintar. Memiliki uang untuk menunjang penampilan.

Semua itu tidak penting bagiku. Karena yang kuinginkan hanya satu. Yaitu kamu selalu ada di sampingku, Sayang… Yuni Harus giat bekerja siang dan malam. Harus rela menerima caci maki dari atasan. Harus ikhlas menerima kenyataan.

Namun yang terpenting, aku harus tegar melihatmu yang terus sibuk memainkan tumpukan kancing-kancing itu, Anakku Sayang….