Terbaru | Download Novel Their Marriage Agreement By Carmen LaBohemian PDF

download novel Their Marriage Agreement pdf by carmen labohemian
novel their marriage agreement pdf carmen labohemian

Selamat datang di CarinNovel. Setelah sebelumnya kita membahas download novel pdf “Dendam Pernikahan”, pada pertemuan kali ini aku mau berbagi novel “Their Marriage Agreement” karya Carmen Labohemian. Novel ini telah di baca lebih dari (-) juta kali di wattpad, dan didukung oleh (-) ribu pembaca. Novel ini memiliki isi 238 novel. Dibawah adalah detail dari novel wattpad Their Marriage Agreement pdf.

rel="noreferrer noopener" href="https://zeco.pro/category/download/carinnovel/" target="_blank" data-type="URL" data-id="https://zeco.pro/category/download/carinnovel/">Kumpulan download Novel Wattpad Pdf Terbaru 2021 ada di beranda (akan di update selalu), dan kalian juga bisa mendownload novel karya Carmen Labohemian pdf lainnya disini.

Detail Novel Their Marriage Agreement

Deskripsi:
Judul : Their Marriage Agreement
Karya : Carmen Labohemian
Genre : Romance
Rilis Tahun : 2021
Rating (Dari 10) : 7,9
Halaman : 238
Sinopsis : “Siapa yang bilang kalau jatuh cinta itu perlu batas? Jika memang ada batasnya, persetan dengan batas itu!!”
Link : Disini (3 Mb)


Jika link rusak segera beritahu kami! kami akan menggantinya secepatnya. Dan mulai sekarang kalian tidak perlu lagi login maupun menambahkan e-mail agar bisa mengomentari atau melaporkan. Kami Sangat Menjaga Privasi Pengguna.

Cuplikan Novel Their Marriage Agreement


Chapter 1


[…]

“Benar kata Chaeri, kau pindah saja. Jika tak ingin ke rumah kami, kami akan sewakan apartemen. Benar begitu, Chaeri?”1
Gadis berambut panjang yang duduk di sampingnya mengangguk mantap, seakan-akan menyewa apartement itu hanyalah membeli satu buah pulpen murah yang dapat dibeli di penjual pinggir jalan.

“Aish, kalian berdua berlebihan!”

“Berlebihan kau bilang? Lihat wajahmu, Sialan. Ayah macam mana yang berani memukuli anak semata wayangnya hingga babak belur begini, hah? Jika kejadian ini kulaporkan pada ayahku, maka ayahmu yang sial itu akan masuk ke dalam penjara dan membusuk di sana.” murka gadis bernama Chaeri itu dengan berapi-api.

“Chaeri–”

ucap Chiara sembari menyenggol lengan temannya yang sudah terdengar berlebihan.

“Masa bodoh jika kau tersinggung akan perkataanku, memang nyatanya ayahmu sialan!” ucapnya tak mau kalah.8

Sedang, gadis yang ayahnya dikatai sialan hanya mampu tersenyum tipis. Tidak marah atau tersinggung sama sekali. Untuk apa? Memang yang temannya katakan itu benar.
Ayah mana yang tega memukuli anaknya hingga babak belur seperti ini? Seharusnya ia menjadi anak yang paling disayangi karena terlahir tunggal. Namun, hidupnya bahkan lebih sial dibandingkan orang-orang yang sama sekali tak memiliki orangtua.
“Sudahlah. Ini memang kebiasaannya.”
“Ta–“


[…]


Chapter 2


[…]

Baik karena dirinya telat membayar uang bulanan, bolos mata pejaran hingga lima kali, terlalu sering terlambat, dan segala macam masalah.7
Kali ini dirinya tidak tahu lagi apa yang ia perbuat hingga kepala sekolahnya yang terkenal disiplin tingkat dewa itu kembali memanggilnya.

Matanya memancarkan kepanikan, ketika sosok yang ia takuti itu tengah berdiri sembari bersedekap dada dan menatapnya dengan tatapan mematikannya tepat di depan pintu ruangannya.

“Ma-maaf ssaem. Saya agak telat.” ucapnya terbata-bata, sadar bahwa dirinya terlambat sepuluh menit sejak sang ketua kelas menyuruhnya untuk ke ruangan kepala sekolah.1

“Berdoalah, semoga kali ini nasib baik masih menyertaimu.”
Demi

Tuhan. Ini kali pertama wanita berumur empat puluh tahun itu bicara dengan nada pelan pada sosok gadis itu. Percayalah, hal ini membuat gadis itu semakin menjadi takut.
“Masuklah.”
Dengan gerakan pelan, kakinya mulai melangkah masuk, aura mencengkam langsung menyelimutinya. Kakinya perlahan berjalan mendekati seorang lelaki yang saat ini tengah berdiri menghadap jendela dengan posisi membelakanginya.

“Kau orang pertama yang berhasil membuatku menunggu seumur hidupku.”


[…]


Chapter 3


[…]

“Kemarin saja para orang jahat itu takut padamu. Mana ada orang jahat seperti itu bisa mendengarkan ucapan gadis sepertimu jika kau bukan atasan mereka!”3
Rachel diam. Memilih mengabaikan ucapan Baekhyun, gadis itu kembali memfokuskan netranya pada genangan air yang sudah membentuk kolam kecil itu.
“Maaf. Aku hanya bercanda.” ucap Baekhyun pelan ketika melihat raut wajah Rachel berubah karena ucapannya.
“Ayahku.”

“–ayahku adalah atasan mereka alih-alih aku. Jika bisa memilih, maka aku akan memilih mereka tidak takut kepadaku dibandingkan mereka harus takut kepadaku hanya karena aku adalah anak orang yang lebih jahat dari mereka.”
Baekhyun diam. Kali ini dirinya betulan salah bicara.

“Hanya karena mereka takut pada ayahku, mereka mau mendengarkanku. Padahal aku tidak pernah mengadu pada ayahku.”
Rachel menoleh, menatap Baekhyun dengan tatapan tenangnya, “Dan aku dikeluarkan oleh sekolah bukan karena aku suka berkelahi. Tapi, karena catatan bolosku, melanggar aturan, terlambat ke sekolah, tidak mengerjakan tugas, absen, dan tidur di kelas banyak.”
“Kenapa

kau bertingkah seperti itu?”
Rachel tersenyum, “Seandainya manusia sombong yang berstatus sebagai pemilik sekolah tempatku belajar juga sepertimu. Seandainya dia bertanya dahulu sebelum mengeluarkan aku.”

“Sayang, dia tidak seperti dirimu. Dia adalah iblis. Dan aku akan segera mengirimnya ke neraka!” sambung Rachel berapi-api.

Baekhyun bergedik ngeri, mengapa perempuan yang ada di sampingnya ini begitu mengerikan.

“Lalu mengapa di jam seperti ini kau masih di sini?”
“Menunggu hujan reda.”


[…]

Jangan lupa dukung penulis asli jika kalian sudah memiliki rejeki untuk membeli buku cetak aslinya (saya tau kok rasanya pengin baca buku cetak tapi uang tak kunjung datang)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top