Novel Catatan Tentang Hujan Karya Anindya Frista (Wattpad)

Novel Catatan Tentang Hujan Karya Anindya Frista (Wattpad)Novel Catatan Tentang Hujan Karya Anindya Frista (Wattpad)
Info Buku

Catatan Tentang Hujan merupakan sebuah Novel Karya Author Anindya Frista, Cetakan pertama dari Novel ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.

Diterbitkan secara resmi pada tanggal 2 April 2018, kemudian pada 24 November 2021 dirilis edisi kedua dari novel ini oleh penerbit yang sama.

Novel Catatan Tentang Hujan Karya Anindya Frista (Wattpad)

Anindya Frista awalnya menulis Novel ini di sebuah Aplikasi baca bernama Wattpad, orang-orang yang suka membaca pasti sudah tidak asing dengan aplikasi Wattpad ini.

Setelah Cerita ini tamat di Wattpad barulah buku Novel milik Anindya di terbitkan oleh Elex Media Komputindo.

Catatan Tentang Hujan mengusung Genre Juvenile Fiksi / Umum dengan ketebalan halaman yaitu 432 halaman, Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia dengan ISBN 9786020456881.

Novel ini tidak hanya di jual dalam versi Cetak, tapi juga tersedia dalam versi e-book yang secara resmi di jual oleh Google Ireland ltd.

Bagi yang tertarik untuk membeli e-booknya kalian bisa membelinya di Google Play Books.

Ulasan pembeli dari novel itu juga cukup bagus dan mendapat rating 4,8/5,0 di Google Play Books. Harga e-book Novel Setelah Hujan Reda di Google Play Books juga terbilang murah yaitu Rp.53.625,00.

Novel Catatan Tentang Hujan Karya Anindya Frista (Wattpad)
Blurb

Dalam rinai kisah kita terlukiskan. Kau yang tak lelah berjuang, kepada kerasku yang kaululuhkan.

Sekarang biarkan aku menjadi laut yang menyimpan dalam semua rahasia kita.

Seperti ombak di tengah samudra, biar aku berkelana jauh. Lalu pulang, kembali ke pelukmu, sang tepian.

***

Fajar dan Senja saling jatuh cinta. Seharusnya sesederhana itu untuk jadian.

Tapi Senja tidak tahu rahasia-rahasia yang disimpan Fajar, sama seperti tidak tahunya Fajar pada isi hati Senja, apakah benar-benar untuknya, atau untuk cowok lain? Ini rumit.

Tapi … bukan cinta namanya kalau tidak membingungkan, iya, kan?

Novel Catatan Tentang Hujan Karya Anindya Frista (Wattpad)
Prolog on Wattpad

Catatan Tentang Hujan

Ini aneh, hanya karena gadis sepertimu aku menukis sesuatu yang remeh, receh dan nyeleneh, Catatan kecil saat hujan.

Laki-laki itu membelalakkan mata dan menggaruk kepalanya. Bukan karena kutuan tapi karena dia bingung pada kelakuannya sendiri.

Hanya karena gerimis, tidak seharusnya ia menjadi melankolis. Terlebih disekolah sekarang, bisa hancur citra cool-nya selama ini.

“Apaan sih ini? Goblok” dengusnya sebal sembari meremas kertas yang barusan ia coret-coret dengan kalimat puitis nan romantis dan menggambarkan isi hatinya.

Ya, setidaknya begitu menurutnya.

“Masa sih gue?arghhh!” Laki-laki itu mengacak rambut hitamnya yang dipotong spiky sambil berteriak bak orang frustasi.

Beberapa pasang mata dikoridor menatapnya heran, tapi, jangan panggil dia Fajar jika tak melawan. “Apa lo liat-liat?!” bentaknya kasar.

Dari kerumunan itu terdengar dengusan sebal, ada juga yang bergumam “Biarin aja sih, lagi kasmaran ini. Kapan lagi liat dia kayak gitu?” Gelak tawa terdengar samar.

Sebelum Fajar kerasukan setan dan mengamuk tidak karuan. Siswa-siswi itu memilih untuk menghindar, mereka membubarkan diri dengan tampang penuh ledekan.

Kasmaran?

Demi burger McDonald, Fajar bersumpah ini bukan kasmaran, tapi … tapi, Fajar gak tau ini apa.

Dengan emosi Fajar meremas lagi kertas yang sudah tak berbentuk itu. “Bodo amat

, dah!” Ia melemparnya begitu saja sampai suara pekikan yang sangat ia kenal memaksa laki-laki itu untuk menoleh.

“Aduh!” Keluh seorang gadis dengan rambut diikat kuda, namanya Senja, tertulis begitu di name tag-nya.

Dia mengedip perih. Rupanya lemparan Fajar tepat mengenai mata bulat milik gadis berperawakan kurus itu.

“Siapa sih buang sampah sembarangan?”

Fajar diam, enggan mendekat. Gerak-gerik Senja dalam pengawasan Fajar, jadi sekiranya gadis itu murka, Fajar bisa segera mengantisipasi dengan langkah seribu.

“Iseng banget,” celoteh Senja sembari memungut ‘sampah’ yang baru saja mengenainya.

Demi mue ayam Ibu kantin, Tolong, jangan dibuka.

Diam-diam Fajar merapal dalam hati, tapi terlambat. Senja membuka remasan kertas yang tadi mengenainya. Iris coklatnya mengamati dan seketika ekspresinya berubah: dari heran lalu kaget dan kalau Fajar tidak salah lihat, pipi gadis itu bersemu merah. Ah pasti karena gadis itu akan mengamuk.

Mampus! Sudah jatuh, tertimpa mangkuk mie ayam kosong ini mah!

Tanpa pikir panjang, Fajar berlari menembus gerimis.

Demi harga diri gue, basah pun gue rela.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.