Review Novel Genta & Nandea Karya Katakokoh

Review Novel Genta & Nandea Karya Katakokoh

Review Novel Genta & Nandea Karya Katakokoh

Info Buku

Selain novel Athlas yang merupakan kelanjutan dari novel Senior dan Inestable, Novel Genta & Nandea juga merupakan novel karya Eko Ivano Winata atau yang lebih dikenal dengan nama Katakokoh bagi penggemar setianya di Wattpad.

Berbeda halnya dengan 3 buku sebelumnya yaitu Senior, Inestable dan Athlas, Novel Genta & Nandea merupakan buku pertama milik Eko Ivano Winata yang terbit tanpa dipublikasikan di Wattpad terlebih dahulu.

Novel Genta & Nandea juga menjadi novel pertama miliknya yang mengusung genre mengenai young adult.

Buku miliknya ini lalu diterbitkan oleh Pastel Books yang juga menerbitkan 3 Novel miliknya sebelumnya.

Genta & Nandea resmi diterbitkan pada tanggal 13 Oktober 2020, dan memiliki jumlah halaman sebanyak 328 halaman dengan nomor ISBN 9786026716828.

Novel Genta & Nandea Karya Eko Ivano Winata yang mengusung tema Fiksi dan Umum ini tidak hanya dijual dalam versi cetak saja, buku ini juga secara resmi dijual oleh Google Ireland Ltd dalam versi e-book.

Bagi kalian para pembaca yang berminat, kalian bisa membelinya di Google Play Books dengan harga yang terbilang cukup terjangkau yaitu seharga Rp. 48.750,00.

Buku ini memiliki ulasan yang bagus dengan rating 5,0 di Google Play Store.

Review Novel Genta & Nandea Karya Katakokoh
Blurb Novel

Apa yang tidak dimiliki Nandea? Menerbitkan buku, punya pembaca setia, bukunya best seller, spesial diundang penerbit ternama untuk proyek menulis, semua dia punya. Harusnya dia tinggal datang mengangkat dagu dan menyelesaikan proyek menulis itu dengan mudah.

Namun, sialnya Nandea harus bekerja dengan Genta Mahanta, editor galak tersohor yang kini menjadi mentor dalam proyek menulis.

Pertemuan pertama, Genta meremehkan Nandea karena jebolan platform kepenulisan. Pertemuan kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya, semua sinopsis Nandea DITOLAK!

Alasannya klise, lah, enggak masuk akal lah, kurang bagus, lah. Nandea heran, kenapa banyak penulis bangga dieditori Genta, padahal rasanya Nandea ingin menyerah. Nandea bertahan setelah melihat sisi lain dari Genta yang melelehkan hatinya. Apa Nandea harus bertahan demi naskahnya? Atau … demi hatinya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.