Review Novel Kita Jalani Dulu Aja Karya Pit Sansi

Review Novel Kita Jalani Dulu Aja Karya Pit SansiReview Novel Kita Jalani Dulu Aja Karya Pit Sansi

Info Buku

Selain Just Be Mine dan My Ice Girl, Novel Kita Jalani Dulu Aja juga merupakan sebuah novel karya Pit Sansi.

Buku Kita Jalani Dulu Aja ini menarik minat penerbit dan secara resmi diterbitkan pada tanggal 17 Januari 2017 oleh penerbit Novela.

Buku ini memiliki jumlah halaman sebanyak 68 halaman, buku ini lalu dijual dengan Nomo ISBN 9786024300272 dengan bahasa yang digunakan dalam novel adalah Bahasa Indonesia.

Kita Jalani Dulu Aja merupakan Novel Karya Pit Sansi yang mengusung Genre mengenai Fiksi Dewasa Muda, Roman dan Umum.

Selain dijual dalam bentuk cetak, buku ini juga dijual secara resmi oleh Google Ireland ltd dalam versi e-book.

Versi e-booknya ini dalam fitur bacaan mengalir dan ideal untuk Web, Tablet, Ponsel dan eReader, bagi kalian yang menggunakan android tidak usah khawatir karena e-book dari Novel ini juga tersedia di perangkat Android.

Nah untuk para pembaca yang berminat membeli buku Kita Jalani Dulu Aja dalam versi e-booknya, kalian bisa langsung mengakses Google Play Books untuk membelinya.

Kabar baiknya untuk para pembaca, buku ini dijual dalam versi e-book dengan harga yang sangat murah yaitu seharga Rp.5.000,00.

Meski murah dan hanya memiliki 68 halaman, cerita didalamnya bagus sehingga mendapat respon baik dari para pembaca membuat buku ini mendapat rating 4,7/5,0 di Google Play Store.

Review Novel Kita Jalani Dulu Aja Karya Pit Sansi
Blurb Novel

Jurusan IPA dan IPS SMA Bhakti Ananda nggak pernah akur. Perselisihan semakin memanas ketika Arsen, dari jurusan IPS, terpilih menjadi salah satu kandidat ketua OSIS. Belum pernah ada dalam sejarah, siswa IPS masuk ke jajaran kandidat. Apalagi, calon satunya adalah Kyla dari jurusan IPA. Keduanya terkenal sebagai musuh bebuyutan antarjurusan.

Akan tetapi, siapa sangka bahwa sebenarnya mereka adalah pasangan? Mereka bertingkah saling membenci untuk menutupi status pacaran! Ajang pemilihan ketua OSIS ini adalah saat-saat rawan bagi mereka. Bisakah mereka tetap aman tanpa ketahuan hingga masa pemilihan selesai? Dan, yang paling penting, bisakah hubungan diam-diam itu bertahan jika mereka terus bertengkar?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.