Review Novel Lovhobia Karya Elsa Puspita

Review Novel Lovhobia Karya Elsa PuspitaReview Novel Lovhobia Karya Elsa Puspita

Info Buku

Selain Honestly Hurt, Lovhobia juga merupakan sebuah novel karya Elsa Puspita yang secara resmi diterbitkan pada tanggal 19 Juli 2016 oleh penerbit Bentang Belia.

Lovhobia Karya Elsa Puspita ini memiliki jumlah halaman sebanyak 208 halaman, novel ini lalu dijual dengan Nomor ISBN 9786029397932 dengan bahasa yang digunakan dalam novel adalah Bahasa Indonesia.

Lovhobia Karya Elsa Puspita ini merupakan novel yang mengusung Genre mengenai Fiksi Dewasa Muda, Roman dan Umum.

Selain dijual dalam bentuk cetak, Lovhobia Karya Elsa Puspita juga dijual secara resmi oleh Google Ireland ltd dalam versi e-book.

Versi e-book dari Novel Lovhobia karya Eksa Puspita ini dalam fitur teks mengalir dan ideal digunakan untuk Web, Tablet, Ponsel dan eReader, bagi kalian yang menggunakan Android tidak usah khawatir karena e-book dari Novel Lovhobia ini juga tersedia untuk perangkat Android.

Nah untuk para pembaca yang berminat membeli buku Lovhobia karya Elsa Puspita dalam versi e-booknya, kalian bisa langsung mengakses Google Play Books untuk membelinya.

Kabar baiknya untuk para pembaca, Novel Lovhobia karya Elsa Puspita ini dijual dalam versi e-book dengan harga yang cukup terjangkau untuk kantong para pembaca yaitu hanya seharga Rp.25.000,00.

Novel Lovhobia karya Elsa Puspita ini mendapat respon dan ulasan yang baik dari para pembaca dan mendapat rating 4,9/5,0 di Google Play Store.

Review Novel Lovhobia Karya Elsa Puspita
Blurb Novel

Aku benar-benar nggak ngerti ada orang yang menolak kenyataan. Fakta kalau memang sedang dilanda cinta. Sebegitu takutnya jatuh cinta? Atau mungkin aku yang ge-er, ya? Tapi, aku yakin kok, Gefan, cowok kaku-dingin-serem itu sebenarnya juga ada rasa sama aku.

Jadi muncul banyak pertanyaan di benakku. Mungkin masa lalunya yang kelam membuatnya selalu menolak hangatnya persahabatan, menghindari perasaan yang muncul setelah itu? Cinta mungkin? Eh, lama-lama aku ngelantur.

Jadi, aku harus gimana, nih? Tetap memperjuangkan dia? Atau menunggunya tanpa kepastian?

Lagi dan lagi, pertanyaan tanpa jawaban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.